Kalkulator Segitiga

Segitiga adalah poligon paling sederhana dan menjadi dasar geometri, trigonometri, pemetaan lahan, teknik sipil, hingga pengembangan game. Dengan memasukkan kombinasi tiga nilai yang diketahui — tiga sisi (SSS), dua sisi dan satu sudut apit (SAS), dua sudut dan satu sisi (ASA / AAS), atau dua sisi dan satu sudut bukan apit (SSA) — kalkulator ini akan menghitung seluruh bagian segitiga secara lengkap. Alat ini menghitung luas menggunakan rumus Heron, alas-tinggi, atau metode trigonometri ½ab·sin(C); memeriksa pertidaksamaan segitiga sebelum menghitung; mengidentifikasi jenis segitiga (lancip, tumpul, siku-siku, sama sisi, sama kaki, sembarang); serta menampilkan jari-jari lingkaran dalam dan luar. Untuk segitiga siku-siku, teorema Pythagoras diterapkan secara langsung. Penyelesaian langkah demi langkah menampilkan setiap rumus yang digunakan.

star 4.9

Kalkulator Segitiga calculator

Input Values
expand_more
Triangle Visualization
Right Triangle
a = 5 b = 4 c = 3 A B C

Measurements

Area: 6
Perimeter: 12
Height (h): 4

Angles

∠A: 90°
∠B: 53.13°
∠C: 36.87°

Triangle Type

Right scalene triangle (3-4-5 Pythagorean triple)

Area

Area: 6.0000

Method
Three Sides (SSS)
Area
6.0000
Perimeter
12.0000
Triangle Type
Scalene Right

straighten Sides

Side a
3.0000
Side b
4.0000
Side c
5.0000

change_history Angles

Angle A
36.8699°
Angle B
53.1301°
Angle C
90.0000°

height Heights

ha
4.0000
hb
3.0000
hc
2.4000
Inradius (r)
1.0000
Circumradius (R)
2.5000
functions Step-by-Step Solution
expand_more
=== Solving Triangle (SSS) ===
Given: a = 3.0000, b = 4.0000, c = 5.0000
Using Law of Cosines to find angles:
cos(A) = (b² + c² - a²) / (2bc)
cos(A) = (4.0000² + 5.0000² - 3.0000²) / (2 × 4.0000 × 5.0000)
cos(A) = 0.800000
A = 36.8699°
cos(B) = (a² + c² - b²) / (2ac) = 0.600000
B = 53.1301°
C = 180° - A - B = 90.0000°
=== Additional Calculations ===
Perimeter = a + b + c = 12.0000
Semi-perimeter (s) = 6.0000
Area (Heron's formula) = √[s(s-a)(s-b)(s-c)]
Area = 6.0000
Heights (h = 2×Area/side):
hₐ = 4.0000, hᵦ = 3.0000, hᵧ = 2.4000
Inradius (r) = Area/s = 1.0000
Circumradius (R) = abc/(4×Area) = 2.5000
Triangle type: Scalene Right

science Contoh: Segitiga Siku-Siku Klasik 3-4-5

Segitiga 3-4-5 adalah tripel Pythagoras yang paling terkenal. Dengan panjang sisi a=3, b=4, c=5, bentuk ini menghasilkan segitiga siku-siku karena 3² + 4² = 9 + 16 = 25 = 5². Luas = ½ × 3 × 4 = 6 satuan luas. Keliling = 3 + 4 + 5 = 12 satuan panjang. Sudut ≈ 36.87°, 53.13°, 90°.

Expected Results

Luas 6
Keliling 12
Jenis Right Scalene

Cara Menghitung Segitiga: Luas, Sisi, dan Sudut dalam 4 Langkah

category

Pilih Nilai yang Diketahui

Pilih SSS, SAS, ASA, AAS, SSA, segitiga siku-siku, atau luas-dari-alas.

edit

Masukkan Ukuran

Masukkan sisi dan/atau sudut yang diketahui dalam satuan yang konsisten.

calculate

Hitung

Kalkulator memvalidasi ketaksamaan segitiga dan menghitung semua nilai yang belum diketahui.

visibility

Lihat Hasil

Lihat luas, keliling, semua sisi dan sudut, jenis segitiga, serta jari-jari lingkaran dalam/luar.

The Formula

Tiga hubungan utama dapat menyelesaikan perhitungan segitiga apa pun. Aturan Sinus (a/sin A = b/sin B = c/sin C) menangani kasus ASA, AAS, dan SSA. Aturan Kosinus (c² = a² + b² − 2ab·cos C) menangani kasus SSS dan SAS. Teorema Pythagoras (a² + b² = c²) merupakan kasus khusus Aturan Kosinus saat C = 90°. Rumus Heron menghitung luas dari tiga sisi tanpa memerlukan tinggi; sedangkan rumus ½ab·sin(C) menghitung luas dari dua sisi dan sudut yang diapitnya.

Area = ½ × base × height = √[s(s-a)(s-b)(s-c)] = ½ab·sin(C)

lightbulb Variables Explained

  • a, b, c Panjang ketiga sisi
  • A, B, C Sudut di hadapan sisi a, b, c (dalam derajat atau radian)
  • s Semi-keliling: (a + b + c) / 2
  • h Tinggi tegak lurus terhadap alas yang dipilih

tips_and_updates Pro Tips

1

Jumlah sudut dalam segitiga apa pun selalu tepat 180° (π radian)

2

Pertidaksamaan segitiga: a + b > c untuk semua pasangan sisi — jika tidak terpenuhi, segitiga tidak dapat terbentuk

3

Untuk segitiga siku-siku: a² + b² = c², di mana c adalah sisi miring (sisi terpanjang yang berhadapan dengan sudut siku-siku)

4

Luas = ½ × alas × tinggi — gunakan sisi mana saja sebagai alas bersama tinggi yang tegak lurus terhadapnya

5

Rumus Heron: Luas = √[s(s−a)(s−b)(s−c)] di mana s = (a+b+c)/2 — cukup menggunakan ketiga panjang sisi tanpa perlu mengetahui tingginya

6

Aturan Kosinus: c² = a² + b² − 2ab·cos(C) — berlaku untuk segitiga apa pun (gunakan kondisi SSS atau SAS)

7

Aturan Sinus: a/sin(A) = b/sin(B) = c/sin(C) — gunakan untuk kondisi ASA, AAS, SSA

8

SSA adalah 'kasus ambigu' — bergantung pada nilainya, kondisi ini bisa menghasilkan 0, 1, atau 2 segitiga yang valid

Segitiga adalah poligon paling sederhana sekaligus fondasi dasar geometri, trigonometri, teknik sipil, pemetaan (surveying), dan grafika komputer. Tiga hubungan utama dapat menyelesaikan perhitungan segitiga apa pun. Teorema Pythagoras (a² + b² = c²) digunakan untuk segitiga siku-siku. Aturan Kosinus (c² = a² + b² − 2ab·cos C) menangani kondisi SSS dan SAS — tiga sisi, atau dua sisi dengan sudut di antaranya. Aturan Sinus (a/sin A = b/sin B = c/sin C) menangani kasus ASA, AAS, dan kasus ambigu SSA. Luas dapat dihitung dengan tiga cara: ½ × alas × tinggi jika tinggi tegak lurus diketahui, rumus Heron √[s(s−a)(s−b)(s−c)] jika hanya tiga sisi yang diketahui, atau ½ab·sin(C) jika diketahui dua sisi dan sudut yang diapitnya. Kalkulator ini secara otomatis memilih metode yang tepat berdasarkan nilai yang Anda masukkan, memvalidasi pertidaksamaan segitiga sebelum menghitung, mengidentifikasi jenis segitiga (lancip / siku-siku / tumpul, sama sisi / sama kaki / sembarang), serta menampilkan luas, keliling, seluruh sisi, seluruh sudut, hingga jari-jari lingkaran dalam dan lingkaran luar. Geometri Euklides yang sama diajarkan dan diterapkan secara seragam di seluruh dunia — rumusnya bersifat universal; hanya satuannya yang berbeda. Untuk pembahasan yang lebih mendalam khusus mengenai segitiga siku-siku, Kalkulator Teorema Pythagoras kami menangani kasus tersebut secara mendetail.

Luas Segitiga: Metode Heron, Alas-Tinggi, dan Trigonometri

Tiga rumus mencakup setiap situasi.

  • Alas-tinggi: Luas = ½ × b × h. Pilih sisi mana saja sebagai alas; h adalah jarak tegak lurus dari titik sudut di seberangnya ke alas tersebut (atau perpanjangannya). Ini adalah rumus pertama yang diajarkan di sekolah dan paling praktis digunakan saat tinggi diketahui.
  • Rumus Heron: Luas = √[s(s−a)(s−b)(s−c)] dengan s = (a+b+c)/2. Gunakan rumus ini ketika ketiga sisi diketahui tetapi tinggi tidak diketahui — umum digunakan dalam pemetaan, navigasi, dan soal yang hanya menyajikan panjang sisi. Secara numerik, rumus Heron kehilangan kepresisian pada segitiga yang sangat pipih di mana satu sisi hampir sama dengan jumlah dua sisi lainnya; kalkulator ini menggunakan varian yang stabil secara numerik untuk kasus tersebut.
  • Trigonometri (Luas SAS): Luas = ½ × a × b × sin(C) dengan C adalah sudut di antara sisi a dan b. Sangat praktis saat data SAS diketahui dan berguna dalam aljabar linier serta fisika (besaran perkalian silang).

Ketiganya memberikan hasil yang identik — semuanya adalah bentuk aljabar berbeda dari besaran geometri yang sama.

Pertidaksamaan Segitiga: Ketika Tiga Panjang Sisi Tidak Dapat Membentuk Segitiga

Tidak semua kombinasi tiga panjang sisi positif dapat membentuk segitiga yang valid. Pertidaksamaan Segitiga menyatakan bahwa jumlah dua sisi apa pun harus lebih besar dari sisi ketiga: a + b > c, a + c > b, dan b + c > a, semuanya harus terpenuhi sekaligus.

Secara geometris: jika dua sisi yang pendek tidak cukup panjang untuk terhubung di sepanjang sisi yang panjang, segitiga tidak akan terbentuk — kedua sisi pendek tersebut akan berimpit pada sisi yang panjang.

Panjang sisi seperti 1, 2, 4 akan gagal (1 + 2 = 3 < 4). Panjang sisi seperti 5, 5, 9 berhasil (5 + 5 = 10 > 9). Kesamaan (1 + 2 = 3 dengan sisi 1, 2, 3) menghasilkan segitiga degenerasi dengan luas nol — tiga titik yang sejajar (kolinear), yang secara teknis bukan segitiga.

Kalkulator ini memvalidasi pertidaksamaan sebelum menghitung dan menampilkan pesan kesalahan yang jelas jika sisi-sisi tersebut tidak dapat membentuk segitiga nyata. Penggunaan kalkulator dalam teknik sipil atau pemetaan sebaiknya memanfaatkan validasi pertidaksamaan segitiga ini sebagai verifikasi awal atas hasil pengukuran di lapangan.

Menyelesaikan Kasus SSS, SAS, ASA, AAS, dan SSA: Kapan Masing-Masing Metode Digunakan

Lima 'kasus kongruensi' menentukan kombinasi dari tiga ukuran yang diketahui yang secara unik (atau hampir unik) menentukan bentuk sebuah segitiga.

  • SSS — tiga sisi: gunakan Aturan Kosinus untuk menghitung salah satu sudut, lalu sudut ketiga adalah 180° dikurangi jumlah dua sudut lainnya.
  • SAS — dua sisi dan sudut yang diapitnya: Aturan Kosinus memberikan panjang sisi ketiga; kemudian Aturan Sinus (atau Kosinus lagi) memberikan sudut-sudut sisanya.
  • ASA — dua sudut dan sisi di antaranya: sudut ketiga adalah 180° − (A + B); kemudian Aturan Sinus memberikan panjang dua sisi lainnya.
  • AAS — dua sudut dan sisi yang tidak diapit: sama seperti ASA setelah menghitung sudut ketiga.
  • SSA — dua sisi dan sudut yang tidak diapit: ini adalah kasus ambigu (dijelaskan pada bagian berikutnya), yang dapat menghasilkan 0, 1, atau 2 segitiga valid.
  • AAA saja (tiga sudut, tanpa sisi) menentukan bentuk tetapi tidak menentukan ukuran — terdapat tak hingga banyak segitiga sebangun yang memenuhinya, sehingga AAA tidak dapat diselesaikan secara tunggal.

Kalkulator ini secara otomatis mengarahkan setiap kombinasi input ke metode yang tepat.

Aturan Sinus dan Kasus Ambigu SSA

Aturan Sinus: a/sin(A) = b/sin(B) = c/sin(C). Rasio antara panjang sisi mana pun dengan sinus sudut di hadapannya adalah sama untuk ketiga pasangannya. Gunakan aturan ini untuk kasus ASA, AAS, dan SSA.

Tantangannya terletak pada kasus SSA: jika diketahui sisi a, b, dan sudut A (di hadapan sisi a), mungkin tidak ada segitiga yang terbentuk, tepat satu segitiga, atau dua segitiga berbeda. Secara geometris:

  • Jika a lebih pendek dari jarak tegak lurus dari titik sudut ketiga yang tidak diketahui ke alas, maka tidak ada segitiga yang terbentuk.
  • Jika a sama dengan jarak tegak lurus tersebut, terbentuk tepat satu segitiga (siku-siku).
  • Jika nilai a berada di antara jarak tegak lurus tersebut dan b, terbentuk dua segitiga — satu dengan sudut B lancip dan satu lagi dengan sudut B tumpul.
  • Jika a lebih panjang dari b, hanya ada satu segitiga yang terbentuk.

Kalkulator ini mendeteksi ketiga kondisi tersebut dan menampilkan kedua solusi saat kasus SSA bersifat ambigu. Kasus inilah yang paling sering menjadi sumber kesalahan siswa dalam trigonometri dasar — dan salah satu alasan mengapa praktik teknik menghindari penggunaan format SSA jika ada opsi lain.

Aturan Kosinus: Ketika Anda Memiliki Kasus SSS atau SAS

Aturan Kosinus: c² = a² + b² − 2ab·cos(C). Rumus ini merupakan bentuk umum dari teorema Pythagoras — ketika C = 90°, cos(C) = 0 sehingga rumus menyederhana menjadi a² + b² = c².

Gunakan aturan ini ketika Aturan Sinus tidak dapat diterapkan: yaitu pada kasus SSS dan SAS. Dari kondisi SSS, hitung sudut mana saja: cos(C) = (a² + b² − c²) / (2ab), lalu C = arccos(...). Dari kondisi SAS, masukkan dua sisi yang diketahui dan sudut di antaranya ke dalam rumus, lalu tarik akar kuadrat untuk mendapatkan panjang sisi ketiga.

Secara komputasi, Aturan Kosinus lebih stabil dibanding Aturan Sinus untuk sudut yang sangat kecil atau sangat tumpul, sehingga banyak digunakan secara internal pada perangkat lunak CAD dan pemetaan. Kalkulator ini secara otomatis memilih Aturan Kosinus untuk input SSS dan SAS.

Segitiga Siku-Siku: Teorema Pythagoras dan Segitiga Istimewa

Ketika salah satu sudut tepat 90°, segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku dan perhitungannya menjadi jauh lebih sederhana. Teorema Pythagoras: a² + b² = c², di mana c adalah hipotenusa (sisi di hadapan sudut 90°, yang selalu menjadi sisi terpanjang). Untuk mencari sisi tegak: a = √(c² − b²). Untuk mencari hipotenusa: c = √(a² + b²).

Dua sudut lancipnya juga dapat dihitung menggunakan konsep dasar trigonometri (SOH-CAH-TOA): sin(A) = depan/miring = a/c, cos(A) = samping/miring = b/c, tan(A) = depan/samping = a/b.

Dua perbandingan sudut istimewa yang patut diingat:

  • Segitiga 30-60-90 memiliki rasio sisi 1 : √3 : 2 — setengah dari segitiga sama sisi, sering muncul dalam ujian geometri dan pemotongan ubin.
  • Segitiga 45-45-90 (siku-siku sama kaki) memiliki rasio sisi 1 : 1 : √2 — setengah dari persegi, sering digunakan dalam pertukangan kayu dan grafika komputer.

Untuk perhitungan spesifik segitiga siku-siku yang lebih mendalam, gunakan Kalkulator Teorema Pythagoras kami; kalkulator ini mencakup kasus segitiga siku-siku sebagai salah satu dari tujuh mode penyelesaian.

Klasifikasi Segitiga: Berdasarkan Sisi dan Berdasarkan Sudut

Dua sistem klasifikasi sejajar yang digunakan secara bersamaan.

Berdasarkan sisi:

  • Sama sisi (ketiga sisinya sama panjang — secara otomatis ketiga sudutnya 60°),
  • Sama kaki (tepat dua sisinya sama panjang — juga memiliki dua sudut yang sama besar, yaitu sudut di hadapan sisi yang sama panjang tersebut),
  • Sembarang (ketiga sisinya memiliki panjang berbeda).

Berdasarkan sudut:

  • Lancip (setiap sudut kurang dari 90°),
  • Siku-siku (tepat satu sudut bernilai 90°),
  • Tumpul (tepat satu sudut lebih dari 90° — dua sudut lainnya pasti lancip).

Setiap segitiga memiliki label berdasarkan sisi sekaligus sudut. Segitiga 3-4-5 adalah 'siku-siku sembarang'. Segitiga 60-60-60 adalah 'lancip sama sisi' (satu-satunya kombinasi yang memungkinkan — sama sisi selalu berarti lancip). Segitiga 45-45-90 adalah 'siku-siku sama kaki'. Segitiga 100-40-40 (derajat) dengan dua sisi sama panjang adalah 'tumpul sama kaki'. Kalkulator ini menampilkan kedua jenis klasifikasi tersebut.

Tripel Pythagoras: 3-4-5, 5-12-13, dan Mengapa Mereka Penting

Tripel Pythagoras adalah himpunan tiga bilangan bulat positif (a, b, c) yang memenuhi a² + b² = c². Bilangan-bilangan ini membentuk segitiga siku-siku dengan panjang sisi yang semuanya berupa bilangan bulat — sangat berguna dalam konstruksi, grafika komputer, dan bidang apa pun yang memanfaatkan geometri bilangan bulat secara praktis.

Tripel primitif (tanpa faktor persekutuan): 3-4-5, 5-12-13, 7-24-25, 8-15-17, 9-40-41, 11-60-61, 12-35-37, 20-21-29. Setiap kelipatan bilangan bulat dari tripel primitif juga merupakan tripel Pythagoras — jadi 6-8-10, 9-12-15, 30-40-50, dan seterusnya juga berlaku.

Tukang bangunan menggunakan metode 3-4-5 untuk membuat sudut siku-siku yang presisi: ukur 3 unit di sepanjang satu dinding, 4 unit di sepanjang dinding tegak lurusnya, lalu pastikan panjang sisi miringnya tepat 5. Jika nilainya 5,0, sudut tersebut tepat 90°; jika berbeda, lakukan penyesuaian.

Euklides dan kaum Phytagorean mengatalogkan hal ini secara sistematis, dan para ahli teori bilangan menggeneralisasikannya melalui rumus Euklides a = m² − n², b = 2mn, c = m² + n² untuk bilangan bulat m > n > 0.

Rumus Heron: Luas Segitiga dari Tiga Sisi Tanpa Tinggi

Rumus Heron, yang dikaitkan dengan Heron dari Aleksandria (sekitar 60 M), memberikan luas segitiga hanya dari panjang ketiga sisinya — tanpa memerlukan tinggi: Luas = √[s(s−a)(s−b)(s−c)] dengan s = (a+b+c)/2 sebagai semi-perimeter (setengah keliling). Rumus ini merupakan rumus andalan untuk masalah luas segitiga berdasarkan tiga sisi (SSS) dan untuk aplikasi apa pun yang mengukur panjang sisi secara langsung (survei, jarak berbasis GPS, inspeksi komponen).

Satu catatan numerik: ketika salah satu sisi sangat mendekati jumlah dua sisi lainnya (segitiga jarum atau 'needle triangle'), bentuk standar akan kehilangan presisi floating-point. Bentuk yang stabil secara numerik, dikembangkan oleh W. Kahan, adalah: Luas = ¼ × √[(a + (b + c)) × (c − (a − b)) × (c + (a − b)) × (a + (b − c))], dengan a ≥ b ≥ c diurutkan dari yang terbesar.

Kalkulator ini menggunakan bentuk yang stabil secara internal sehingga akurasi tetap terjaga di semua jenis segitiga yang valid.

Jari-jari Lingkaran Dalam, Jari-jari Lingkaran Luar, dan Titik Pusat Segitiga

Setiap segitiga memiliki dua lingkaran alami. Lingkaran dalam (incircle) adalah lingkaran terbesar yang muat di dalam segitiga dan menyinggung ketiga sisinya — jari-jarinya adalah r = Luas / s (setengah keliling). Lingkaran luar (circumcircle) melewati ketiga titik sudut — jari-jarinya adalah R = abc / (4 × Luas), atau secara setara R = a / (2·sin A) menurut Aturan Sinus.

Empat 'titik pusat' klasik saling berimpit pada segitiga sama sisi, tetapi berbeda pada segitiga umum:

  • incenter / titik pusat lingkaran dalam (titik potong garis bagi sudut),
  • circumcenter / titik pusat lingkaran luar (titik potong garis sumbu sisi),
  • centroid / titik berat (titik potong garis berat, pusat massa),
  • orthocenter / titik tinggi (titik potong garis tinggi).

Garis Euler menghubungkan titik pusat lingkaran luar, titik berat, dan titik tinggi untuk setiap segitiga yang bukan sama sisi. Kalkulator ini menampilkan r dan R bersama dengan pengukuran dasar; titik pusat itu sendiri bergantung pada koordinat dan memerlukan penempatan segitiga dalam sistem koordinat.

Aplikasi Segitiga: Arsitektur, Survei, Navigasi

Segitiga adalah bentuk dasar struktur dalam dunia fisik maupun digital.

  • Arsitektur: segitiga adalah satu-satunya poligon kaku — bentuknya tidak dapat berubah tanpa mengubah panjang sisinya. Rangka atap, kubah geodesik, dan kerangka jembatan mengandalkan prinsip ini.
  • Survei: triangulasi telah menjadi standar selama berabad-abad — ukur dua sudut dan satu garis dasar (Sudut-Sisi-Sudut atau ASA), maka titik sudut ketiga (titik yang tidak dapat diakses) dapat dihitung dengan Aturan Sinus. GPS modern dan total station masih menggunakan prinsip matematika ini.
  • Navigasi: penentuan posisi dengan triangulasi 'tiga arah pembaringan' memberikan lokasi pasti pada titik potong tiga sudut menuju marka tanah yang diketahui. Navigasi penerbangan dan pelayaran menggunakan metode ini sebagai cadangan saat GPS tidak tersedia.
  • Pengembangan game dan grafika komputer: setiap model 3D dirender sebagai jaring-jaring (mesh) segitiga, karena segitiga adalah poligon datar tersederhana dan dapat dirasterisasi dengan efisien pada GPU. Metode titik-dalam dan koordinat barisentrik yang digunakan untuk mengisi warna segitiga di layar sangat bergantung pada perhitungan luas ala rumus Heron.

Matematika yang Anda jalankan dengan kalkulator ini adalah matematika yang sama dengan yang dilakukan GPU jutaan kali per frame.

Kesalahan Umum dalam Perhitungan Segitiga dan Cara Menghindarinya

Enam kesalahan yang sering terjadi.

  • Mencampur derajat dan radian: sebagian besar kalkulator (termasuk kalkulator ini) secara default menggunakan derajat; periksa opsi pilihan Anda. Bahasa pemrograman biasanya menggunakan radian secara default. Kesalahan antara 90° dan 90 radian sangat fatal.
  • Melupakan pertidaksamaan segitiga: siswa sering memasukkan angka 1, 2, 5 dan langsung mempercayai hasilnya; kalkulator ini akan menolaknya dengan pesan kesalahan yang jelas.
  • Menggunakan Aturan Sinus untuk SSS atau SAS: kondisi ini memerlukan Aturan Kosinus. Aturan Sinus membutuhkan setidaknya satu sudut yang diketahui untuk memulai.
  • Melewatkan solusi SSA kedua: pada kasus ambigu, kedua segitiga bisa bernilai valid — jawaban ujian sering kali mengharapkan kedua solusi tersebut.
  • Salah mengidentifikasi hipotenusa: hipotenusa selalu merupakan sisi di depan sudut 90° sekaligus sisi terpanjang — bukan sekadar sisi mana pun yang diberi label c.
  • Mencampuradukkan tinggi dengan sisi: tinggi adalah jarak tegak lurus dari titik sudut ke sisi di depannya (atau perpanjangannya), bukan salah satu sisinya. Pada segitiga tumpul, tinggi terhadap sisi tertentu dapat jatuh sepenuhnya di luar segitiga; hal itu tetap berlaku normal untuk rumus luas.

Frequently Asked Questions

sell

Tags